MENIKMATI SAJIAN TAKDIR

Oleh : Dewi Suryati, ME

Meski terkadang terasa berat dalam benak, ada takdir yang datang tanpa pernah kita pinta, membawa kesulitan yang tak kita mengerti dan menyisakan tanya yang tak kunjung menemukan jawab. Kita ingin hidup berjalan sebagaimana doa-doa kita, tetapi waktu kerap membawa kita ke jalan yang tak pernah kita bayangkan.

Menempuh petikan waktu, kita menapaki jejak rasa yang tertinggal di sepanjang perjalanan. Ada hari-hari ketika langkah terasa begitu berat, ketika harapan seolah menjauh, dan ketika hati hanya ingin beristirahat dari segala yang harus diperjuangkan.

Ada begitu banyak hal yang datang tanpa kita pinta. Kesulitan yang silih berganti, keinginan yang tak kunjung terpenuhi, dan kenyataan yang terkadang jauh dari apa yang kita bayangkan. Kita terlalu sibuk meratapi apa yang belum kita miliki, hingga lupa bahwa masih ada hal-hal sederhana yang diam-diam menjaga kita tetap bertahan.

Dalam lelahnya perjalanan, kita sering mengeluh tentang takdir yang terasa kurang berpihak. Padahal, di balik hari-hari yang kita anggap biasa, ada kebaikan yang luput kita syukuri. Ada napas yang masih berhembus, ada waktu yang masih diberikan, dan ada kesempatan untuk mencoba kembali meski kemarin terasa begitu berat.

Barangkali hidup bukan tentang menunggu segala kesulitan berlalu, melainkan belajar menemukan ketenangan di tengah segala yang belum selesai. Sebab, tak semua kebahagiaan hadir dalam bentuk yang kita harapkan, dan tak semua keindahan datang dengan wajah yang mudah dikenali.

Maka, mari menikmati sajian takdir dengan hati yang lebih lapang. Bukan karena hidup telah menjadi sempurna, melainkan karena kita mulai menyadari bahwa di antara begitu banyak hal yang membuat kita mengeluh, selalu ada sesuatu yang pantas disyukuri. Dan mungkin, di situlah keindahan hidup perlahan menampakkan dirinya.

  • Related Posts

    Krisis Humaniora dalam Dunia Pendidikan Akibat Reduksi Manusia Jadi Instrumen Ekonomi

    Oleh : Dr. Masruri, M.Pd.I Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badru Munir Sukoco, mengungkapkan bahwa wacana penutupan sejumlah program studi muncul sebagai upaya mengurangi kesenjangan antara lulusan…

    Buletin: Krisis Kemanusiaan Menurut Al-Qur’an

    Dr. Nanang Zakaria, M.Pd.I Krisis kemanusiaan di Indonesia tidak lagi terasa sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ia hadir di sekitar kita: dalam udara yang tercemar asap, tanah yang…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    MENIKMATI SAJIAN TAKDIR

    MENIKMATI SAJIAN TAKDIR

    Krisis Humaniora dalam Dunia Pendidikan Akibat Reduksi Manusia Jadi Instrumen Ekonomi

    Krisis Humaniora dalam Dunia Pendidikan Akibat Reduksi Manusia Jadi Instrumen Ekonomi

    Buletin: Krisis Kemanusiaan Menurut Al-Qur’an

    Buletin: Krisis Kemanusiaan Menurut Al-Qur’an

    Pesan Imam al-Ghazali:

    Pesan Imam al-Ghazali:

    BAHAYA MARAH

    BAHAYA MARAH

    HUKUM LAKI-LAKI MENGGODA ISTRI ORANG LAIN

    HUKUM LAKI-LAKI MENGGODA ISTRI ORANG LAIN